Senin, 26 September 2016

Nilmatilah kopi ini

Rintik hujan datang, aku berada di sebuah ruangan dengan tongkat dan beberapa bola yang di alirkan lewat ayunan dari tongkat itu. Perlu sedikit konsentrasi memang .. mm... Buka sedikit namun tak banyak juga, ya.. secukupnya, untuk mengalirkan bola-bola itu satu demi satu menuju tujuan akhirnya. Namun tidak seenaknya bola di alirkan harus berurutan,  alirkan di Sebuah lubang hitam, gelap, berongga berdiameter sedikit besar dari bola itu.
Saat ini, aku mempelajari sesuatu bahwa seperti itu jugalah kehidupan. Kitaharus pandai memilih tujuan dan jalan walau akhirnya kelak akan di satukan di tempat yang sama.. tak perlu tenaga yang berlebih walau kadang kita harus mengerahkan tenaga sekuat apapun yang kita bisa. Namun kita harus menyelaraskan tenaga dengan apa yang kita ingin lakukan. Banyal dari kita termasuk saya lengah dalam menakar tenaga dalam hidup ini sehingga kita terengah2 sendiri dan tujuan tak tercapai dan akhirnya kecewa ,setelah itu kita menyalahkan tongkat ,bola, dan meja kehidupan yang diumpamakan.
Nikmatilah selagi bisa kau meminum kopi dan menghisap rokok dari tanganmu sendiri. Sebelum kita harus berlari merelakan kenikmatan dan menggapai sebuah tujuan akhir nanti. Yah.. kopi ini, nikmatilah.