Sabtu, 27 Agustus 2016

Sedikit tentang Teater Gandrik

Kemarin, tepatnya hari Jum'at 26 Agustus 2016. Saya mengikuti sebuah seminar teater yang di adakan oleh "Teater Gandrik" Yogyakarta , Seminar itu diadak untuk mengenang sekaligus menyematkan gelar Maestro kepada almarhum Heru Kesawa Murti, yang sebagai mana kita tahu Pak Heru adalah salah satu pendiri dan penggagas Teater Gandrik Yogyakarta. Menurut apa yang saya dapat di dalam seminar tersebut soal terbentuknya Teater Gandrik, Teater Gandrik adalah teater yang ingin mengembangkan Teater Ralis modern dengan sederhana dan dengan cara mereka sendiri yang meleburnya dengan budaya yang ada di Yogyakarta seperti ketoprak dan wayang wong yang merakyat. Mereka memiliki ke khas'an mereka sendiri mereka berteater dengan proses kolektif dan kekeluargaan tanpa hanya memikirkan uang dan keterkenalan semata, itu terlihat dari bagaimana mereka menata menejemen mereka sendiri dengan cara mereka sendiri. Meskipun sempat di suatu kala Pak Butet ingin membuat manajemen produksi yang profesioanal. Manun ternyata itu tidak begitu cocok juga ,dan akhirny mengembalikan manajemnen mereka dengan manajemen konvensional yang mereka punya. Mereke memiliki menejemen dimana ada sisten poin, jadi setiap apa yang dilakukan anggota Tetater gandrik mereka akan mendapatkan poin dan dikumpulkan untuk mendapatkan jumlah bayaran yang akan mereka dapatkan nantinya.Meskipun uangnya belum ada dan poin itu boleh di debatkan oleh para anggota di dalam forum tertentu. Didalam perdebatan itu semua anggota berhak menyatakan apa yang mereka lakukan untuk pementasan itu sehingga akan mendapatkan poin, ada yang mendebatkan soal properti yang di pinjamkan sperti suling, ada yang mendebatkan sempak, atau kotang, untuk properti ,bebas. Namun , mereka tidak boleh komplain setelah forum itu di bubarkan dan mendapatkan uang dari poin yang mereka kumpulkan kalo uangnya turun. Nah kata Pak butet “Nek komplain, suek cangkem’e.. hahhaa” karna memang manajemen produksi Gandrik kala itu di pegang Pak butet dan yang membagi uangnya adalah Pak susilo karna dia yang paling pelit kata Pak butet. Memang, dilihat dari proses Teater gandrik adalah teater yang sangat kekeluargaan, bahkan mereka berteater untuk keakraban mereka. Bagai mana membangun Realis namun tidak menhilangkan jati diri mereka. Sangat menarik dan sangat menginspirasi bagi saya ,orang yang baru di dunia teater. Selain menejennya yang menarik lagi menurut saya adalah saat “mbetet i naskah”. mbeteti dalam istilah jawa adalah mengeluarkan isi dari perut hewan ya mungkin bukan hanya perut namun juga yang lainnya.Jadi naskah yang di buat oleh Pak Heru tadi setelah selesai tidak langsung di mainkan namun di Betheti dulu itu tadi , di dalam mbeteti, para anggota teater gandrik bisa mengganti kata2nya ,karakter tokohnya , supaya pas dengan gandrik dan di pertunjukan. Bahkan ada sebuah celotehan yang di lemparkan pak susilo “ kalo pas latian aktonya jelek, yang jelek itu bukan aktornya tapi naskahnya.. hahahah”
Di dalam Teater Gandrik Pak Heru menduduki salah satu posisi central dimana dia di percaya untuk menjadi Penulis naskah di Teater Gandrik. Memang, latar belakan pendidikan yang di miliki Pak Heru juga tidak jauh dari dunia satra di dunia sastra..
setelah seharian ini beraktivitas.. saya jadi lupa ,mau nulis apa lagi ini..

Udah dulu saja ya.. tanya2 aja. Siapa tau saya jd keinget lg. Hehe
Makasih.

Minggu, 21 Agustus 2016

Lirih rindu tak tau arti

Biarkan aku tetap mengingatmu..
Hembusan nafas, dan semilir angin kala itu..
Terngiang wajahmu berhadapan denganku..
Ku peluk karna ku tak tau malu..
Menerka apa yang kau katakan padaku,
Cacian dan hinaan slalu ku trima ,
Untuk kebahagianmu..
Bingkisan tuhan, kado kecil..
Yang di bungkus manis oleh-Nya
Dan jatuh menjadi sesuatu yang besar..
Alangkah berharganya mimpi kecil ini
Untuk kesekian kalinya aku kecewa
Kecewa oleh ke egoisan pecundang
Aku tak pantas , tak berarti apapun..
Adakah seorang yg datang dan memungutku dari kekacauan ini..
Mengajariku bahagia dan hidup bebas..
Seperti awan.. layaknya burung..
Seperti awan.. layaknya burung..
Aku menyerah oleh sesuatu yg ku anggap tak adil..
Aku menyerah karna aku pecundang..
Aku menyerah karna aku tak tau apa yang harus kulakukan..
Aku.. menyerah.. sampai suatu nanti ,
Aku punya alasan tuk bertahan..
Dan membungkam omong kosong yg ada di otakku ini.

Knalan dulu deh.. :D

Hai kenalin nama gue Sanji Gumelar, Asal gunung wijil Rt : 2 Rw : 9 , Ngringo, Jaten Karangannyar..
bapak gue cowok dan ibu gue cewek. gue punya dua adik kebetulan cewek semua. gue kuliah di Institut Seni Indonesia Surakarta di singkat ISIS, tp gue bukan teroris.
alhamdullilah saya "muslim" yang kelak akan jadi Imam keluarga, tapi hidup gue belum bener .
Mau benerin hidup gue? dan gue imamin ?. waktu buat Blog ini gue single. tapi sedang ngejalanin komitmen sama seorang cewek. yah, karna suatuhal kita ngk bisa mengikat dia dan dia ngak bisa ngiket gue. dan akhirnya gue dan dia setuju untuk ngejalanin sebuah komitmen "saling memiliki".
eh iya, sampe lupa. gue ngambil prodi kesenian Teater nih. karna gue rasa gue bisa lebih liar dalam mengekpresikan imajinasi dan kreatifitas gue di teater ( expektasi) ,tapi realitanya gue masih buntu untuk mencoba hal2 baru , karna birokrasi dan ssistem di perkuliah terlalu melulu dengan sesuatu yang ngak mereka ketahui. mungkin banyak hal yang akan gue Publis kan di blog ini. temenin gue terus ya buat mbaca blog ini biar ngak sepi.
Untuk makanan gue suka banyak makanan, hampir semua. karna gue ngak memiliki alergi terhadap jenis atau bahan pembuat makanan tertertu. tapi ada satu yang buat gue ngak suka makan tuh makanan saat sudah BASI.. yuckss..
Hobi gue banyak, bagi gue yang bisa buat gue seneng bahagia dan ceria tentunya , apapun yang gue lakuin gue sebut  hoby.
lanjut, kenapa gue namai blog ini "Bernafas lewat "Trakea" " karna menurut gue trakea itu adalah alatpernafasan burung, dan gue pengen bisa sperti burung, Bebas, Bisa melihat dunia dengan lebih indah, tapi ngak makan bangke tentunya.
udah deh cukup dulu ye kenalannya. ntar malah gue kehabisan ide buat nulis apalagi lagi. ngantung nih? emang biar penasaran. so.. enjoy this blog. see ya...