Kalian mentransplantasi otakku dengan pola pikir kalian, lalu kalian pergi begitu saja tanpa menyelesaikan jahitan ini. Bisa saja jahitan itu, terkena bakteri lalu busuk. Terus saja cekok i aku dengan kata2 mutiara kalian yang perlahan hilang karna keputus asaan. Heii.. heii. Heii.. dokter macam apa kalian. Setelak menjahit mulutku ,dan membuka lebar2 telingaku dengan paksa.. ayolah, apa kalian tidak mau menyelesaikannya. Otakku terlanjur kalian racun, mulutku kau buat bisu, telingaku kau buat cacat. Ayolah.. jangan kau buat aku jadi mahkluk upnormal sperti ini.. ku mohon.. percuma bicara dengan dokter2 dungu yang putus asa sperti kalian.. lebih baik aku diam di sini menunggu burung bangkai datang dan memakanku. Tak ada lagi yg dapat ku lakukan sekarang.. aku sudah kalian bikin cacat.. slalu saja memikirkan kpentingannya sendiri. Katanya punya cinta. Tapi ego, dan pola fikir yg keras yg slalu di tonjolkan. Cukup.. hai.. burung bangkai... Haii.. datanglah kemari.. dagingku renyah, manis,empuk, lezar menggoda.. nikamatilah aku.. cabikanmu membuatku serasa di surga.. lagi.. panggil teman temanmu.. trimakasih.. trimakasih.. sekarang aku lebih tenang disini.. yah ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar